Percepat Normalisasi, BWS Pastikan Tambahan Excavator Amfibi di Krueng Meureudu
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Upaya untuk mempercepat normalisasi Krueng Meureudu mulai menunjukkan perkembangan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh memastikan pekerjaan pengerukan di muara sungai tersebut terus dikebut, dengan progres saat ini mencapai sekitar 35 hingga 40 persen.
Tahap awal normalisasi difokuskan pada alur sepanjang 500 meter, dimulai dari kawasan hilir menuju hulu. Pengerukan dilakukan untuk mengangkat sedimentasi yang selama ini mengendap dan menghambat aliran sungai.
Humas BWS Sumatera I Aceh, Jamaludin, mengatakan pihaknya menargetkan pengerjaan pada segmen 500 meter tersebut dapat dimaksimalkan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. “Muara Sungai Meureudu kita mulai 500 meter dulu, pengerukan dari hilir ke hulu, sebut Jamaludin, Sabtu (15/8).
Pekerjaan yang dilaksanakan PT Adhi Karya itu saat ini mengandalkan kapal keruk (dredger) untuk mengangkat material sedimentasi dari dasar alur sungai. Untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas pengerukan, BWS juga memastikan penambahan alat berupa excavator amfibi. “Penambahan alat excavator amfibi saat ini sedang dalam pengiriman,” kata Jamaludin.
Menurutnya, normalisasi Krueng Meureudu merupakan bagian dari program penanganan darurat yang didukung anggaran pemerintah pusat dengan total sekitar Rp100 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan dua muara sungai di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Muara Krueng Meureudu dan Muara Krueng Beuracan.
Untuk sementara, konsentrasi pekerjaan diarahkan ke Muara Krueng Meureudu. Setelah itu, pekerjaan di Muara Krueng Beuracan dipastikan segera menyusul sebagai bagian dari upaya penanganan alur sungai di wilayah pesisir Pidie Jaya. “Untuk sementara kita fokuskan Muara Krueng Meureudu terlebih dahulu. Untuk Muara Krueng Beuracan dipastikan segera dimulai,” ujarnya. (**)















