BANJIR ACEH
Pembangunan Huntara di Pidie Jaya Dikebut, Akses Disabilitas Diingatkan Tak Boleh Terabaikan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pengerjaan rumah hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kini terus dikebut di sejumlah titik lokasi. Upaya percepatan ini dilakukan agar korban banjir yang kehilangan rumah segera memiliki tempat tinggal sementara yang lebih layak dan aman sembari menunggu pemulihan pascabencana. Meski demikian, pembangunan Huntara diingatkan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga harus ramah bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Perhatian terhadap kelompok berkebutuhan khusus menjadi hal yang tak boleh diabaikan dalam situasi darurat bencana. Di tengah keterbatasan, para penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya justru membutuhkan dukungan lebih agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri dan bermartabat.
Hal tersebut disampaikan Fajrillah, Koordinator CYDC (Children Youth & Disabilities for Change), organisasi yang selama ini aktif mendampingi anak-anak usia sekolah dan lansia berkebutuhan khusus di Pidie Jaya. Ia mengatakan bahwa pembangunan Huntara harus mempertimbangkan aksesibilitas sejak tahap perencanaan, bukan sekadar pelengkap di akhir pembangunan.
“Memperhatikan akses terhadap penyandang disabilitas dan masyarakat rentan adalah sebuah keharusan, bukan pilihan,” ujar Fajrillah, Senin (12/1). Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan semua warga, tanpa kecuali, dapat mengakses fasilitas dasar secara aman dan nyaman.
Salah satu aspek krusial yang disoroti adalah ketersediaan fasilitas MCK yang ramah disabilitas. Fajrillah menilai, desain MCK yang mudah dijangkau kursi roda, memiliki pegangan, serta aman bagi lansia dan anak-anak berkebutuhan khusus akan sangat membantu mereka menjaga kesehatan dan kemandirian di lingkungan Huntara.
Dengan pembangunan Huntara yang inklusif dan berperspektif disabilitas, diharapkan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya tidak hanya menghadirkan tempat berlindung, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan dan kemanusiaan bagi seluruh korban bencana. Pendekatan ini menjadi langkah penting agar tidak ada satu pun warga yang terabaikan dalam proses pemulihan, pungkas Candidate Doctor UKM Malaysia. (**)






