03 November 2026
Daerah

MPP Berduka, Sahrial Abadi Pelopor Jembatan Enang-Enang Tutup Usia

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh, khususnya keluarga besar Masyarakat Pidie Jaya Peduli (MPP), atas berpulangnya Sahrial Abadi, sosok yang dikenal sebagai salah satu pelopor pembangunan akses jembatan dan jalan nasional lintas Bireuen–Takengon di kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan atas pengabdian dan perjuangannya bagi kepentingan masyarakat.

Keluarga besar MPP menyampaikan belasungkawa dan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Dedikasi Sahrial dalam memperjuangkan keterbukaan akses transportasi menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan wilayah, khususnya dalam menghubungkan masyarakat Bireuen dengan Takengon melalui kawasan Enang-Enang.

H. Fakhrurrazi, atau yang akrab disapa Bang Aji, pengurus MPP sekaligus tokoh masyarakat Pidie Jaya, mengatakan bahwa persaudaraan dalam dunia kemanusiaan tidak dibatasi oleh organisasi, wilayah, maupun latar belakang. Menurutnya, para pegiat kemanusiaan disatukan oleh semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama. "Sesama aktivis kemanusiaan adalah saudara. Kita mungkin berasal dari organisasi dan wilayah yang berbeda, tetapi memiliki panggilan pengabdian yang sama. Ketika satu saudara berpulang, kita semua turut merasakan kehilangan," ungkap Bang Aji.

Almarhum Sahrial Abadi dikenang sebagai sosok yang turut berperan dalam menginisiasi dan memperjuangkan pembukaan akses jalan nasional lintas Bireuen–Takengon, terutama di kawasan Enang-Enang. Perjuangan tersebut menjadi bagian dari sejarah keterhubungan antardaerah dan memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat. Bagi keluarga besar MPP, kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan seorang sahabat, tetapi juga kehilangan sosok yang pernah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keluarga besar Masyarakat Pidie Jaya Peduli mendoakan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan. Selamat jalan, Bang Sahrial Abadi. Pengabdian mungkin telah usai, tetapi perjuangan dan jejak kebaikan akan tetap dikenang oleh masyarakat. (**)