10 Agustus 2022
Nasional

Masih Ingat Dengan AKBP Untung Sangaji, Polisi Pembungkam Teroris

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji mengultimatum para penjahat di wilayah hukumnya untuk segera bertobat.

Jika tidak, para penjahat yang sering melakukan aksi kekerasan dipastikan akan ditindak tegas.

“Khususnya mereka yang sering melakukan aksi kekerasan. Sudah kita toleransi tetapi masih melakukan. Saya beserta jajaran dan tim terpaksa akan melakukan tindakan tegas dengan cara kita,” ujanya, Selasa (8/3/2022).

Polisi pembungkam teroris di Sarinah – Thamrin itu menyatakan tindakan tegas diambil demi keselamatan, keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Sehingga, warga tidak terancam lagi atas tindakan kriminal yang terjadi di Merauke.

“Saya Untung Sangaji dari ruangan saya. Saya sambut kejahatan dengan cara saya,” tegasnya.

Perwira menengah polisi yang pernah bakutembak dengan teroris di kawasan Sarinah, Jakarta, itu menyebut berbagai langkah pendekatan sudah dilakukan sejak diirinya bertugas di ujung timur Indonesia.

Seperti berbagi sembako, peduli masyarakat dan berbagi kasih untuk menyejahterakan rakyat dan menekan angka kriminal di Merauke.


“Apa saja yang bisa kita lakukan sudah dilakukan demi menekan kejahatan. Tapi bila mereka masih lagi, terpaksa kita kembali pada protap,” ungkapnya.

AKBP Untung Sangaji menuturkan, keselamatan rakyat adalah di atas segala-galanya.

“Jangan tersinggung beta melakukan sikap tegas kita pada mereka. Jangan coba-coba melakukan aksi kejahatan di manapun dan kapanpun, kita siap,” tandasnya.

Cerita AKBP Untung Sangaji taklukkan teroris di Sarinah-Thamrin

Nama Untung Sangaji mulai mencuat ketika terjadinya teror dan ledakan di bom dan aksi baju tembak yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat yang begitu menggemparkan seluruh dunia, pada 14 Januari 2016.

Saat itu AKBP Untung Sangaji berhasil melumpuhkan pelaku teror Bom Sarinah dengan aksinya yang cukup heroik.

Setelah aksi heroiknya Untung Sangaji, memamerkan pistol yang ia gunakan saat baku tembak dengan pelaku teror di Sarinah.

Ada gambar gambar yang cukup menarik di pistolnya. Pistol tersebut terdapat gambar tengkorak, walaupun hanya gambar asal tempel saja, menurutnya makna logo tengkorak tersebut berarti berbuat baiklah sebelum mati, dan disebelahnya ada simbol malaikat pencabut nyawa yang artinya jangan ragu-ragu menghantam yang jahat.

Di akhir tahun 2016, Tribunnews.com sempat mewawancarai Untung soal Bom Thamrin yang melambungkan nama mereka. Saat itu Untung baru saja mendapatkan pin emas dari Kapolri.

Diakui Untung, setelah heboh Bom Sarinah itu dia banyak dimarahi oleh keluarga serta rekan kerja karena terlalu berani berhadapan langsung dengan teroris tanpa ada pelindung tubuh atau body protector seperti rompi anti peluru melainkan hanya berbekal senjata tua.

“Istri, keluarga saya marah sekali karena saya tidak pakai pelindung. Tapi saya menjelaskan kalau itu sudah tugas saya, melindungi masyarakat, dan saya harap mereka mengerti,” kata Untung.

Baginya bisa mengungkap, menjadi bagian dari penyelamat masyarakat di bom Thamrin adalah sejarah dan pengalaman hidup yang tidak bisa dilupakan.

Selain peristiwa Bom Thamrin, ketegasan dan keberanian Untung berhadapan dengan kelompok separatis yang hendak mengibarkan bendera GAM di Aceh juga tidak bisa dilupakan.

Selama dirinya menjadi Kapolres Aceh Utara, ia bisa menggagalkan 13 pengibaran bendera GAM yang ukurannya sangat besar.

Termasuk soal sengketa tanah di sekitar Waduk Krueng Keureuto atau Waduk Jokowi di Tanah Luas, juga berkesan bagi Untung.

“Waduk itu kan oleh Pak Presiden Jokowi akan dijadikan proyek tenaga listrik. Ini malah ada pihak yang menentang dan menghalangi, saya harus membela keadilan warga,” ucapnya.

Hal lainnya, saat awal menjabat sebagai Kapolres Aceh Besar, Untung mendapat laporan ada 24 anggotanya yang terlibat narkoba.

Untung langsung bersikap menggembleng anggota itu agar bersih dari barang haram. Untung mengumpulkan para anggotanya, diberi pengarahan bahkan sampai menggebrak meja.

“Saya sampai gebrak meja supaya mereka sadar, sekarang dari 24 sisa 4 anggota. Mereka terus saya didik, olahraga lari dan direhab,” tegasnya.

Sumber: nkripost/tribunnews