18 Januari 2026
Daerah
BANJIR ACEH

Debu Kepung Kota Meureudu, Anggota DPRK Pidie Jaya, H.T. Zikri: Ini Bom Waktu Penyakit

Foto : H.T. Zikri, Anggota DPRK Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDSejumlah ruas jalan utama di pusat Ibu Kota Kabupaten Pidie Jaya, Meureudu, dipenuhi debu tebal yang beterbangan ke mana-mana dan dinilai membahayakan warga serta pengguna jalan, Selasa (13/1). Kondisi ini diperparah oleh cuaca panas dan aktivitas kendaraan yang terus melintas tanpa adanya upaya penyiraman jalan. 

Debu yang berhamburan tampak jelas di beberapa titik strategis kota, terutama di jalur padat lalu lintas. Setiap kendaraan yang melintas memicu debu naik ke udara, mengganggu jarak pandang pengendara dan membuat warga yang beraktivitas di tepi jalan terpapar langsung partikel halus berisiko bagi kesehatan. 

Anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai Golkar, H. T. Zikri, S.Sos.I, menyoroti serius persoalan tersebut. Ia menyebut, hingga kini ruas-ruas jalan di Kota Meureudu tidak pernah dilakukan penyiraman secara rutin. “Debu ini bukan sekadar gangguan kenyamanan, tapi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya. 

Menurut Teuku Zikri, paparan debu dalam jangka waktu lama berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperparah penyakit kronis seperti asma dan ISPA, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pedagang kaki lima yang beraktivitas sepanjang hari di pinggir jalan. 

Ia menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya respons pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak lingkungan pascabencana dan aktivitas pembangunan. Padahal, menurutnya, langkah pencegahan seperti penyiraman jalan secara berkala bisa dilakukan dengan cepat dan biaya relatif kecil. 

“Ini seperti bom waktu. Penyakit mulai mengintai Pidie Jaya akibat debu sisa banjir yang dibiarkan, siapa yang akan bertanggung jawab?” tegas Teuku Zikri. Ia mendesak pemerintah daerah  segera turun tangan sebelum persoalan debu berubah menjadi krisis kesehatan masyarakat. (**)