BANJIR PIDIE JAYA
Dari Sawah Hingga Jalan dan Jembatan, Banjir Pidie Jaya Tinggalkan Jejak Kerusakan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Banjir besar kembali melanda Kabupaten Pidie Jaya setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan lapangan dan citra udara, banjir kali ini menimbulkan kerusakan luas pada lahan pertanian, infrastruktur publik, jaringan irigasi, serta permukiman warga.
Citra satelit yang digunakan dalam pemetaan awal oleh Tim GIS Dinas PU, Amir, ST., M.T, dkk, menunjukkan meluapnya aliran sungai utama hingga merendam kawasan perdesaan dan persawahan. Perubahan alur sungai yang terjadi akibat derasnya arus memperluas penyebaran banjir ke desa-desa di sekitarnya. Beberapa titik tanggul juga dilaporkan melemah bahkan jebol akibat tekanan debit air yang tinggi.
Di sektor pertanian, banjir menyebabkan gagal panen di sejumlah hamparan sawah yang sedang memasuki masa tanam maupun jelang panen. Kerusakan tanaman padi yang terendam lumpur membuat para petani harus menanggung kerugian besar.
.jpg)
Kerusakan parah juga terjadi pada infrastruktur. Sejumlah jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat terputus karena genangan air setinggi lutut hingga pinggang. Di beberapa lokasi, jembatan ambruk akibat pondasi yang tergerus arus deras, sehingga menghambat pergerakan warga dan distribusi logistik.
Sistem irigasi yang menjadi penopang sektor pertanian ikut terdampak. Saluran irigasi tertutup lumpur, beberapa tanggul runtuh, dan sejumlah bangunan air tidak lagi dapat difungsikan. Kondisi ini membuat pemulihan sektor pertanian diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
Banjir juga merusak sejumlah rumah penduduk. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan berat setelah dihantam arus dan material banjir. Warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi aman sembari menunggu air surut dan bantuan darurat tiba.
Hingga kini, tim BPBD, Dinas PU, Bappeda, para camat, aparatur desa, TNI–Polri, dan para relawan terus bergerak melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta penanganan darurat di lokasi terdampak. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih tinggi. (**)






