11 Februari 2026
Daerah

CYDC Fokus Bantu Disabilitas dan Kelompok Rentan di Pidie Jaya

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Children, Youth & Disabilities for Change (CYDC) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu korban bencana, khususnya kelompok berkebutuhan khusus, anak-anak, lansia, dan warga rentan lainnya di Kabupaten Pidie Jaya. Sejak awal terjadinya bencana, CYDC telah hadir langsung di lokasi untuk memastikan kelompok paling terdampak tidak terabaikan.

Koordinator CYDC Pidie Jaya, Fajrillah, mengatakan bahwa lembaganya memfokuskan penyaluran bantuan di dua kecamatan terdampak parah, yakni Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua. CYDC, kata dia, berupaya menjangkau warga yang kerap luput dari perhatian dalam situasi darurat bencana. Hal tersebut disampaikan Fajrillah, Rabu (28/1).

Pasca bencana, berbagai bantuan kemanusiaan telah didistribusikan CYDC kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi logistik, water bag portable berkapasitas 10 liter, toren air bersih, perlengkapan sekolah untuk siswa serta sejumlah bantuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok rentan di lapangan.

Fajrillah menjelaskan, khusus program water bag portable 10 liter ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 warga terdampak di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Program ini didanai oleh dua lembaga donor, yakni Fidia Tim dan Yayasan ISTAID, sebagai bentuk respons atas krisis air bersih pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Menurutnya, kebutuhan air bersih saat ini menjadi persoalan yang sangat mendesak, terlebih masyarakat akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Sementara itu, pasokan air layak minum masih sangat terbatas akibat terganggunya fasilitas PDAM Krueng Meureudu yang terdampak banjir bandang.

Di lapangan, CYDC mendapati banyak keluarga, terutama penyandang disabilitas, lansia, dan keluarga rentan, mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini mendorong CYDC untuk memprioritaskan bantuan yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Fajrillah menambahkan, dengan adanya water bag portable 10 liter, warga dapat memanfaatkan fasilitas pengisian air layak minum yang disediakan Universitas Syiah Kuala (USK) di Komplek Masjid Agung Pante Gelima. Air hasil penyaringan tersebut dinilai aman dan sangat membantu masyarakat. Dia berharap dengan adanya water bag portable dapat memudahkan warga terdampak dalam memenuhi kebutuhan air bersih. (**)