14 Maret 2026
Daerah

Bhayangkari Aceh–Sulsel Bantu Korban Bencana Pidie Jaya

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya beberapa waktu lalu tak hanya menyisakan kerusakan. Di tengah suasana itulah, rombongan Bhayangkari hadir membawa lebih dari sekadar bantuan, mereka membawa empati dan harapan.

Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ny. Ira Marzuki, bersama Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Lina Nasri, menyambangi warga terdampak pada Selasa (27/1/2026). Didampingi Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, kedatangan mereka disambut sederhana namun penuh kehangatan oleh masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari musibah.

Bantuan yang disalurkan merupakan wujud solidaritas lintas daerah dari Polda dan Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan. Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Upi Djuhandhani, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Ny. Lina Nasri. Kehadiran mereka menegaskan bahwa duka di Pidie Jaya adalah duka bersama.

Satu per satu paket bantuan diserahkan. Di Gampong Dayah Usen, 108 paket bantuan dan 72 lembar ambal dibagikan. Perjalanan berlanjut ke Gampong Meunasah Mancang dengan 125 paket bantuan dan 101 lembar ambal. Di Gampong Meunasah Jurong, ratusan warga menerima 408 paket bantuan dan 120 lembar ambal—angka-angka yang bagi warga bukan sekadar data, melainkan penopang kehidupan di masa sulit.

Tak berhenti di sana, sebanyak 358 paket bantuan tambahan disalurkan di Mapolres Pidie Jaya untuk warga terdampak dari berbagai wilayah. Paket-paket itu berisi kebutuhan dasar dan perlengkapan rumah tangga yang sangat dibutuhkan warga dalam fase pemulihan.

Namun yang paling membekas bukan hanya bantuan fisik. Ny. Ira Marzuki tampak menyempatkan diri berbincang dengan warga, mendengarkan cerita kehilangan, dan menyampaikan penguatan. Ia juga menyerahkan termos air dan bantuan penunjang lainnya—benda sederhana, tetapi sarat makna di tengah keterbatasan.

“Bantuan ini mungkin tidak sepenuhnya mengganti apa yang hilang, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menguatkan semangat masyarakat untuk bangkit kembali,” ucap Ny. Ira dengan nada penuh empati.

Di Pidie Jaya, bantuan itu bukan sekadar paket sembako atau ambal. Ia menjadi tanda bahwa warga tidak sendiri. Bahwa di tengah bencana, masih ada tangan-tangan yang terulur, menjaga asa agar tetap menyala. (**)