02 Maret 2026
Perbankan
BANK SYARIAH INDONESIA

Transformasi Digital Berbasis Etika, BSI Raih ISO 27701:2019 untuk Pelindungan Data Pribadi Nasabah

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat fondasi tata kelola dan etika digital melalui perolehan sertifikasi internasional ISO 27701:2019 terkait pelindungan data pribadi nasabah. Pencapaian ini menjadi bagian dari strategi korporasi dalam memastikan transformasi digital berjalan selaras dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan manajemen risiko yang terukur.

ISO 27701:2019 merupakan standar global untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang mengatur pengelolaan data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan akuntabel sesuai praktik terbaik internasional. Implementasi standar ini menegaskan kesiapan BSI dalam mengelola risiko privasi di tengah meningkatnya pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan perbankan.

Melalui sertifikasi ini, BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan dilaksanakan dalam kerangka pengendalian internal yang kuat. Penguatan tata kelola tersebut mendukung pemanfaatan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, agar tetap berada dalam koridor etika, kepatuhan regulasi, serta prinsip akuntabilitas.

Bagi Perseroan, transformasi digital tidak semata ditujukan untuk mendorong efisiensi operasional dan akselerasi layanan, tetapi juga untuk membangun trust capital jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi instrumen mitigasi risiko penyalahgunaan data, pencegahan potensi bias algoritma, serta penjagaan integritas output teknologi yang berdampak pada keputusan bisnis dan layanan nasabah.

Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak 16 Desember 2025. Penerapan standar ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup penguatan sistem, proses, dan budaya kepatuhan di lingkungan Perseroan.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan merupakan aset fundamental industri perbankan. ISO 27701:2019 memastikan inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, sertifikasi ini memperkuat implementasi good corporate governance (GCG) dan mendukung keberlanjutan bisnis Perseroan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, pelindungan data ditempatkan sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, regulator, investor, hingga mitra global.

Saat ini, BSI melayani lebih dari 23 juta nasabah di berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, Perseroan optimistis dapat memperluas penetrasi pasar dan mendorong pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan sistem pengendalian internal, tata kelola, dan integritas perusahaan. (**)