Insiden Penembakan di Pulo Kenari Tuai Kecaman, KPA Pusat Minta TNI Usut Tuntas
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Juru Bicara (Jubir) KPA Pusat, Bang Jack Libya, mengecam keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan aparat TNI terhadap masyarakat di Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Dalam peristiwa tersebut, berdasarkan informasi yang diterima, seorang warga dilaporkan terkena tembakan dari senjata api yang dilepaskan aparat TNI.
Bang Jack menilai tindakan aparat tersebut tidak hanya mencederai nilai-nilai perdamaian Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia, tetapi juga diduga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Menurut Bang Jack, TNI tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan kegiatan masyarakat di luar ketentuan yang berlaku, terlebih dengan menggunakan senjata api dalam menghadapi rakyatnya sendiri.
Atas peristiwa tersebut, Bang Jack meminta pimpinan TNI mengambil langkah tegas dengan menindak anggotanya yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan bertindak tidak sesuai dengan aturan serta ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, Bang Jack juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi memperkeruh atau memperuncing persoalan. Semua pihak diminta memberikan ruang kepada pimpinan TNI untuk menyikapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Bang Jack turut menyoroti situasi politik dan komunikasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat yang saat ini tengah berlangsung. Para pimpinan Aceh, yakni Gubernur, Wakil Gubernur, dan Ketua DPRA, bersama pimpinan Pemerintah Pusat yang dipimpin Menko Polkam Jenderal Dudung Abdurachman serta Menko Kumham Imipas Prof. Yusril Ihza Mahendra, sedang mengupayakan penyelesaian sejumlah persoalan strategis di Aceh.
Persoalan tersebut meliputi polemik Bendera Bulan Bintang, tanah wakaf Blang Padang, serta Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Jubir KPA berharap proses dialog dan upaya penyelesaian ketiga persoalan tersebut dapat terus berjalan dengan baik, tanpa terganggu ataupun tercederai oleh insiden penembakan warga di Pulo Kenari.
Bang Jack menegaskan pentingnya seluruh pihak mengedepankan sikap menahan diri dan menjaga suasana damai agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tepat, tanpa menimbulkan persoalan baru. (**)






