LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Banjir besar yang kembali melanda Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa (25/11) menelan korban jiwa di beberapa kecamatan. Hujan deras sejak malam sebelumnya menyebabkan sungai-sungai di Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua, dan Jangka Buya meluap, menghanyutkan sejumlah barang-barang berharga milik masyarakat setempat serta memutus sejumlah akses jalan dan jembatan.
Korban pertama dilaporkan dari Gampong Blang Awe, Kecamatan Meurah Meureudu. Seorang lansia wanita berusia sekitar 80 tahun ditemukan meninggal dunia setelah terjebak banjir yang tiba-tiba menerjang kawasan tersebut. Warga menduga korban tidak sempat menyelamatkan diri karena arus deras datang secara mendadak dipagi subuh.
Di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, satu orang lelaki bernama Bahlia (52) juga ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Warga dan tim relawan yang melakukan penyisiran menemukan korban tidak jauh dari permukiman yang terdampak paling parah. Lokasi itu sejak pagi memang berada dalam status siaga karena ketinggian air terus meningkat.
Sementara itu, dari Kecamatan Jangka Buya juga dikabarkan satu orang meninggal dunia. Namun hingga Kamis malam, petugas masih melakukan verifikasi terkait identitas korban serta lokasi tepatnya. Tim BPBD bersama perangkat gampong masih berkoordinasi untuk memastikan keakuratan data sebelum diumumkan secara resmi.
Selain korban meninggal, satu warga Meunasah Lhok dilaporkan hilang atas nama Muhammad (40). Ia merupakan warga Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu. Menurut informasi warga, Muhammad terakhir terlihat berusaha mengevakuasi barang-barang dari dalam rumah saat arus air mulai naik. Hingga kini upaya pencarian masih terus dilakukan oleh BPBD, SAR, relawan, dan masyarakat setempat.
Kalak BPBD Pidie Jaya, Muhammad Nur, ST mengimbau seluruh warga di daerah rawan agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat debit air di beberapa sungai belum stabil. Tim gabungan terus dikerahkan ke titik-titik terdampak untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian warga yang hilang serta memastikan keselamatan masyarakat. (**)






