18 Januari 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Banjir Bandang Lumpuhkan Usaha Kecil di Pidie Jaya

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya menyisakan lumpur dan material banjir lainnya, tetapi juga menghantam denyut ekonomi masyarakat kecil. Di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, sejumlah pedagang kecil mengaku tidak lagi bisa berjualan setelah bencana menerjang perkampungan warga, Minggu (4/1).

Salah seorang pedagang kecil di Kota Meureudu menuturkan, pasca banjir, usahanya benar-benar kolaps. Seluruh peralatan berjualan hingga peralatan masak hanyut terbawa arus deras. “Semua habis. Tidak ada yang tersisa,” ujarnya saat ditemui awak media.

Menurutnya, banjir tak hanya merusak perkampungan dan rumah warga, tetapi juga menghantam langsung sumber penghidupan pedagang kecil. Ia menyebut, banyak pelaku usaha mikro yang kini kehilangan pendapatan harian, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang kecil hanya bisa menggantungkan harapan pada bantuan kemanusiaan.

“Sekarang kami hanya berharap uluran tangan dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya,” katanya. Hingga kini, ia mengaku belum merasakan adanya pendataan, bantuan atau pendampingan yang menyentuh langsung kebutuhan pemulihan usaha kecil di wilayah terdampak.

Meski demikian, semangat untuk bangkit tetap ada. Pedagang tersebut mengatakan, keinginan untuk kembali berjualan sangat kuat, namun terkendala modal usaha. Tanpa bantuan peralatan dan modal awal, upaya memulai kembali usaha terasa sangat berat.

Ia berharap, pemerintah daerah maupun lembaga terkait tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga memikirkan pemulihan ekonomi jangka menengah. Pendampingan usaha kecil dinilai penting agar pedagang mampu kembali mandiri dan roda perekonomian lokal bisa berputar kembali.

Bagi para pedagang kecil dan pelaku usaha lainnya di Pidie Jaya, pemulihan ekonomi pasca banjir menjadi harapan besar di tengah keterpurukan. Mereka berharap, dengan dukungan nyata dari berbagai pihak, geliat ekonomi yang sempat lumpuh dapat bangkit kembali, seiring dengan pulihnya kehidupan masyarakat pasca bencana. (**)