26 Agustus 2026
Daerah

Lapor Pak Dody! Hampir Setahun Pasca Banjir, Warga Sawang Aceh Utara Masih Terisolir

Foto : Kondisi terkini bardan jalan di kawasan Reuseh Teungoh, Sawang yang.sudah amblas ke sungai | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDApa kabar Pak Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo...! Hampir setahun pasca banjir hidrometeorologi yang melanda Sumatra termasuk Aceh, warga Sawang Kabupaten Aceh Utara masih terisolir.

Kemana Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh? Bisakah jajaran Pak Menteri dihadirkan ke daerah kami?

Perlu Pak Menteri ketahui, wilayah kecamatan Sawang kembali terisolasi lebih parah, akibat sejumlah jembatan darurat di aliran sungai kembali hanyut diterjang banjir bandang akibat hujan deras, Selasa (25/8).

Masyarakat berharap, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera turun tangan dengan menghadirkan jajaran terkait, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Warga juga mempertanyakan langkah penanganan dan pembangunan infrastruktur permanen agar akses menuju wilayah Sawang tidak terus terputus setiap kali banjir kembali terjadi.

Putusnya akses membuat aktivitas warga, termasuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan pusat perekonomian, kembali terganggu. 

Peristiwa tersebut menambah panjang persoalan infrastruktur pascabanjir dan longsor yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani.

Sejumlah jembatan darurat serta akses jalan yang sebelumnya dibangun seadanya secara swadaya kembali rusak, sementara akses permanen belum tersedia.

Tokoh masyarakat Sawang, Sumadi Arsyah, Rabu (26/8) kepada Liputan Gampong News menyampaikan keluhan yang dirasakan warga. Ia meminta pemerintah pusat segera turun tangan. Dengan berharap Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo, dapat mengintruksikan jajaran untuk mendorong penanganan akses warga yang semakin mendesak.

“Pak Dody, kami warga Sawang sangat berharap kehadiran pemerintah pusat dalam menyikapi penderitaan yang dialami warga karena tak ada akses yang memadai,” kata Sumadi.

Menurut Sumadi, dampak kerusakan infrastruktur di Sawang masih dirasakan warga hingga kini. Kondisi paling parah terjadi di Gampong Riseh Teungoh dan Riseh Tunong, di mana jalan utama terputus total karena amblas ke sungai. Begitu halnya wilayah Gunci Sawang dan sekitar juga terputus akses.

Sudah lebih dari delapan bulan, warga mengandalkan jalur alternatif di pinggir kebun dan sawah milik warga untuk keluar-masuk wilayah menggunakan sepeda motor.

Jalur darurat tersebut hanya memiliki lebar sekitar dua meter dan tidak dapat dijadikan solusi permanen karena lahan sewaktu-waktu harus kembali digunakan untuk bercocok tanam.

“Harapan kami, pemerintah segera membangun akses darurat sambil menunggu pembangunan jalan dan jembatan permanen,” ujar Sumadi.

Putusnya akses juga berpotensi mengganggu aktivitas anak-anak menuju sekolah serta menyulitkan warga mendapatkan layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.Foto: Screenshot vidio Tiktok warga Sawang, kondisi Jembatan yang hanyut dibawa arua sungai saat hujan, Selasa (25/8).

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi S.I.Kom atau Abang Panyang, juga dikonfirmasi Liputan Gampong News membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan pendangkalan sungai menjadi salah satu penyebab air cepat meluap dan kembali menghanyutkan jembatan darurat yang digunakan warga.

“Warga sangat membutuhkan akses yang aman agar aktivitas kembali normal. Kami, Pemerintah Kabupaten, tidak sanggup menanganinya,” kata Tarmizi.

Tarmizi menyebut pembangunan jembatan permanen telah direncanakan oleh pemerintah pusat pada tahun depan. Namun, menurutnya, kebutuhan warga tidak dapat menunggu hingga proyek permanen tersebut terealisasi.

Selain akses jalan dan jembatan, sekitar 500 hektare sawah di Kecamatan Sawang juga belum kembali berfungsi normal akibat terdampak banjir. Kondisi tersebut semakin memperberat beban masyarakat yang menggantungkan aktivitas dan penghidupan pada sektor pertanian.

Warga terus berharap pemerintah segera hadir memulihkan jalan, jembatan dan aliran sungai agar wilayah yang selama ini nyaris terisolasi dapat kembali bergerak. (Tim)