Lantik Pengurus Cabang PGRI se-Pidie Jaya, Muhalil Tekankan Transparansi dan Kesejahteraan Guru
Foto : Ketua PGRI Kabupaten Pidie Jaya Teuku Muhalil melantik pengurus cabang se-kabupaten | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pidie Jaya, Teuku Muhalil, SE., Ak., M.Si., melantik pengurus PGRI cabang dari delapan kecamatan untuk sisa masa bakti 2024–2029.
Pelantikan digelar di Aula MPU Pidie Jaya, Kota Meureudu, Kamis (15/10/2026) yang berlangsung khidmat ini dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas guna memperkuat komitmen memajukan organisasi pendidik di wilayah tersebut.
Kegiatan itu turut disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie Jaya, Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pidie Jaya Faisal, SE., MM., Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Pidie Jaya Drs. H. Ridwan Husen.
Selanjutnya, Kasi Penmad/ Pendis Kemenag Pidie Jaya Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd., Ketua dan Sekretaris BKP PGRI serta perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pidie Jaya.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Aceh Lon Sayang, dan Mars PGRI.
Selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan surat keputusan (SK) personalia, pengambilan janji, pembacaan ikrar, serta penandatanganan berita acara dan pakta integritas oleh pengurus yang dilantik.
Dalam sambutannya, Muhalil menegaskan bahwa PGRI sebagai organisasi profesi merupakan rumah besar bagi seluruh guru, baik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, maupun Cabang Dinas Pendidikan, dari sekolah negeri hingga swasta dalam wilayah setempat.
Ia mengingatkan agar pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi profesi dalam memperjuangkan kepentingan guru.
"Kami berharap pengurus cabang yang dilantik dapat menyusun program kerja inovatif untuk menjawab tantangan zaman, serta wajib menjaga transparansi dalam setiap pengelolaan keuangan," tegas Muhalil.
Menurutnya, pengurus cabang juga perlu memperkuat komunikasi hingga ke tingkat bawah, menjaga solidaritas antar anggota, serta memberikan perhatian serius terhadap perjuangan kesejahteraan guru.
Muhalil menilai kekuatan PGRI tidak hanya bertumpu pada kepengurusan tingkat kabupaten, tetapi juga pada keaktifan dan semangat gotong royong anggota di tingkat akar rumput.
Karena itu, ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab, membangun koordinasi yang baik, serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para guru.
Sementara itu, Ketua PC PGRI Bandar Dua, Irwandi, S.Pd.I., yang mewakili pengurus cabang yang baru dilantik, menyatakan kesiapan mereka untuk berperan aktif dalam menjalankan roda organisasi.
Irwandi menekankan pentingnya menjadikan PGRI sebagai wadah advokasi yang nyata bagi guru, terutama ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas maupun saat merasa diperlakukan tidak adil.
Menurutnya, keberadaan pengurus cabang harus mampu memberikan dukungan dan memperjuangkan kepentingan anggota, sehingga para guru memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh pendampingan organisasi. (*)






