Korban Banjir Aceh Utara Mengeluh, Bantuan Stimulan Kemensos RI Tak Kunjung Cair
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Harapan puluhan kepala keluarga korban banjir bandang di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, perlahan berubah menjadi kekecewaan. Hingga kini, mereka mengaku belum menerima sepeser pun dana bantuan stimulan dari Kementerian Sosial RI yang sebelumnya dijanjikan untuk membantu pemulihan ekonomi dan kebutuhan hunian pascabencana.
Empat bulan setelah banjir bandang meluluhlantakkan rumah dan harta benda warga, sebagian korban masih bertahan dengan kondisi serba terbatas. Rumah yang rusak belum sepenuhnya diperbaiki, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Ironisnya, bantuan stimulan yang disebut-sebut sudah disalurkan di sejumlah daerah lain justru belum menyentuh para korban di desa tersebut.
Bang Din, salah seorang warga Rumoh Rayeuk, mengaku heran sekaligus kecewa karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai pencairan bantuan yang seharusnya diambil melalui kantor pos. Padahal, ia mengaku kerap melihat pemberitaan di televisi maupun surat kabar bahwa bantuan serupa di kabupaten lain sudah lebih dulu disalurkan kepada para korban.
“Saya lihat di televisi dan baca di surat kabar, di daerah lain seperti Pidie Jaya bantuan itu sudah cair. Tapi di tempat kami sampai sekarang belum ada kabar jelas,” ujar Bang Din dengan nada kecewa.
Ia berharap pemerintah daerah lebih peka terhadap kondisi warga yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana. Apalagi, kata dia, Hari Raya Idul Fitri semakin dekat sementara banyak keluarga korban masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Keluhan serupa juga disampaikan Edy, warga lainnya yang terdampak banjir bandang. Ia menilai lambannya penyaluran bantuan mencerminkan belum seriusnya perhatian terhadap nasib para korban. “Sudah empat bulan sejak bencana terjadi, tapi sampai sekarang hak-hak korban belum juga dituntaskan,” katanya.
Warga berharap pemerintah kabupaten segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab belum cairnya bantuan tersebut. Bagi para korban yang masih berjuang menata kembali kehidupan mereka, kepastian bantuan bukan sekadar angka, melainkan harapan untuk bisa bangkit dari luka panjang akibat bencana. (**)









