Dari Tikar Tradisional hingga Kuliner Khas, Stan UMKM Warnai HUT ke 19 Pidie Jaya
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Gemerlap warna-warni stan UMKM menghiasi halaman Gedung MTQ Kompleks Perkantoran Bupati Pidie Jaya, dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya. Pameran yang berlangsung sejak 14 hingga 16 Juni 2026 itu menjelma menjadi magnet baru bagi masyarakat yang ingin melihat lebih dekat kreativitas dan kekuatan ekonomi lokal daerah tersebut.
Ratusan stan yang dipenuhi aneka produk unggulan tampak ramai dipadati pengunjung sejak pagi hingga malam hari. Sekitar 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kecamatan ikut ambil bagian dengan membawa produk khas terbaik mereka, mulai dari tikar tradisional, kerajinan batok kelapa, cokelat olahan, salak pliek, produk Arafit, aneka aksesori, lukisan, hingga ragam kuliner dan kue tradisional khas Pidie Jaya.
Tak sekadar menjadi tempat jual beli, pameran tersebut juga menghadirkan semangat kebangkitan ekonomi masyarakat. Deretan stan yang tertata rapi memperlihatkan bahwa produk lokal Pidie Jaya memiliki kualitas dan kreativitas yang mampu bersaing dengan produk luar daerah. Suasana semakin hidup saat pengunjung antusias mencicipi kuliner tradisional dan melihat langsung proses pembuatan kerajinan tangan yang dipamerkan pelaku usaha.
Plh. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie Jaya, Alfian, mengatakan pameran UMKM merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Menurutnya, UMKM menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
“Pameran ini menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Pidie Jaya memiliki kualitas yang baik, berdaya saing, dan layak menjadi kebanggaan daerah,” ujar Alfian, Selasa (16/6).
Alfian mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan terus berkomitmen mendampingi dan memfasilitasi pengembangan UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat. Menurutnya, semakin berkembang UMKM, maka semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pada pameran tahun ini, Disperindagkop Pidie Jaya juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap merek dan karya pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Kabid Industri Disperindagkop Pidie Jaya, Said Syarif, berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan omzet penjualan UMKM, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Ia turut mengajak masyarakat untuk mencintai, menggunakan, dan mempromosikan produk-produk UMKM daerah, karena semakin besar dukungan masyarakat terhadap produk lokal, semakin kuat pula pertumbuhan ekonomi Pidie Jaya di masa mendatang. (**)








